
Anak berusia SD kelas 2 dan kelas 3 mempunyai daya imajinasi tinggi dan penuh kreatif. Dari dua hal tersebut menjadi dua poin penting berujung prestasi.
Empat siswa kelas 2, Thorik Kemal Fabian, Shine Armadana, Micky Al Achmad Fayyas, Rakha Umar Gozali dan satu siswa kelas 3, Muhammad Abian menorehkan prestasi juara 2 ajang Junior Master Builders School Competition 2017 di Spazio, Graha Family Surabaya Barat.
Tim SD yang dipimpin Ustad Munahar Hasna, S.Pd mendesain Kota Surabaya dengan Lego.
Dalam lomba lego yang diprakarsai Intiland, prestasi Tim SDM 26 Surabaya diluar dugaan.
Bagi lima sekawan SDM 6 Surabaya menuju juara 2 penuh berliku. Diawalnya tim dibentuk dari nol. “Antar siswa belum semua mengenal dan biasa main lego,” tutur Ida Trysnawati, salah satu wali murid yang selalu setia mendampingi tim.
Sebelum perhelatan ini, tim SDM 6 Surabaya melakukan latihan. Para siswa berlatih tanpa pembina khusus. “Para orang tua dari lima siswa yang melatih,” tuturnya.
Lomba yang di ikuti 24 peserta ini berlangsung beberapa tahap. Pada babak penyisihan pada 24 September lalu, sebanyak ada 11 tim peserta diantaranya Gracia, JAC, Vision, Al Azhar, SAIM, SD Muhammadiyah 6 Surabaya dan SDM 26 Surabaya. Hasilnya, Tim SDM 6 Surabaya lolos ke babak final.
Keberhasilan lolos ke babak final, lima anak didik SDM 6 Surabaya melaksanakan dua kali latihan, diantaranya rumah Thorik dan Musholla Sekolah.
Di lomba ini mempunyai waktu 50 menit mendesaign lego. Thorik menyusun lego berbentuk Hotel Grand. “Kalo susun hotel harus rapi. Saya senang ke hotel saat liburan,” ujar siswa kelas 2.
Lalu Micki mendesign lego menjadi sekolah. “Saya sebagai pelajar SD Muhammadiyah 6 Surabaya lengkap dengan bendera merah putih, bendera muhammadiyah, parkiran, pager dan satu mobil,” urainya.
Kemudian Shine membuat apartemen berbahan dasar lego. “Saya biasanya pernah melihat apertemen,” katanya.
Sedangkan Rakha menyusun taman bermain. Ada kursi, halaman, kolam dan siswa kelas 3 B, Abian menyusun rumah sakit.
Lomba menyusun lego secara berkelompok ini tanpa ada petunjuk gambar. “Harus memikir desaign nya. Tapi saat latihan di graha intiland dengan di dampingi orang tua,” tutur Bunda Ida.
Keberhasilan para siswanya meraih prestasi lomba lego ini mendapat apresiasi dari Sekolah.
“Alhamdulillah. Prestasi ini patut disyukuri. Berkat tangan para siswa yang terampil telah mengibarkan SDM 6 Gadung,” tegas Sang Kasek, Ustad Munahar. (Tim Humas/Lagasa)