Assalamu’alaikum Wr. Wb
Dalam pembekalan akhlak terhadap siswa SD Musix, para pembina Ustad dan Ustadzah memberikan etika bagaimana Adab Bertamu? dan surah apa saja yang ada dalam Al Qur’an, agar kelak siswa dapat melaksanakan sebagaimana Rasulullah saat bertamu.
Etika Bertamu di Rumah Tetangga atau Orang Lain
1. Melarang orang-orang yang beriman untuk memasuki rumah orang lain tanpa izin dari pemiliknya.
2. Bila diizinkan oleh pemilik rumah, sebaiknya dilakukan dengan tanpa menunggu waktu masak makanannya. Dalam ayat ini dijelaskan, bila bertamu dan pemiliki rumah masih sibuk menyiapkan jamuan, hal itu dikhawatirkan akan menganggu keluarga pemilik rumah.
Selain itu, disebutkan pula akan menggangu para istri. Konteks dalam ayat ini dijelaskan, dikhawatirkan para tamu dapat melihat sebagian anggota tubuh istri Nabi SAW yang tidak boleh terlihat saat sedang memasak.
3. Bila diundang untuk bertamu, usahakan jangan terlalu memperpanjang percakapan. Hal ini pula dikhawatirkan akan menganggu pemilik rumah yang segan untuk meminta tamu pulang.
Dalam surat Al Ahzab ayat 53 dijelaskan, pada kasus Rasulullah SAW, beliau terlalu malu untuk meminta para tamunya untuk menghentikan obrolan dan pertemuan di rumahnya.
“Hal itu benar-benar mengganggu Nabi saw, dan beliau sendiri merasa malu untuk menyuruh tamunya keluar. Akan tetapi, Allah tidak segan untuk menerangkan yang benar. Allah mengajarkan kesopanan di dalam rumah tangga supaya diperhatikan oleh seluruh tamu-tamu yang berkunjung ke rumah orang,” tulis tafsir Kemenag.
Dikisahkan dari Anas RA, ia berkata dalam salah satu riwayat,
“Ada beberapa orang lelaki yang masih asyik dalam percakapannya di dalam rumah Rasulullah SAW, sedangkan istri Rasulullah SAW yang baru dinikahinya ada bersama mereka, memalingkan wajahnya ke arah tembok.
Ternyata mereka memperpanjang percakapannya. Hal itu membuat Rasulullah SAW keberatan, tetapi beliau tidak mau menegur mereka karena beliau adalah orang yang sangat pemalu.
Baca juga:
Surah Ar Rahman Ayat 1-5: Tafsir, Asbabun Nuzul, dan Keutamaan
Seandainya diberi tahu, pastilah mereka merasa tidak enak karena sedang asyik dalam obrolannya. Maka Rasulullah SAW pergi dan menemui tiap-tiap istrinya di kamarnya masing-masing, kepada tiap orang dari mereka beliau mengucapkan salam. Ketika para hadirin yang masih ada melihat Rasulullah SAW tiba, mereka baru sadar bahwa diri mereka merepotkan Rasulullah SAW. Karena itu, mereka segera bangkit menuju pintu, lalu keluar,”
4. Bila ada urusan dengan istri dari pemilik rumah, hendaklah menggunakan pembatas dan tidak berhadapan langsung. Beberapa ulama juga menafsirkan, pembatas yang dijelaskan dalam ayat ini adalah hijab bagi wanita.
Imam al-Bukhari meriwayatkan dari Anas bahwa Umar bin Khattab pernah berkata,
“Wahai Rasulullah, sesungguhnya istri-istrimu sering didatangi tamu orang baik dan orang jahat, seandainya engkau membuat tabir untuk mereka tentu lebih baik,”
Hal ini pula yang disebut-sebut jumhur ulama sebagai sebab Allah SWT menurunkan ayat hijab yang terkandung dalam surat Al Ahzab ayat 53 ini. (sdmusix)