Begini Memulai Pembelajaran Diferensiasi

Begini Memulai Pembelajaran Diferensiasi
Dr. Dwi Ilham Rahardjo, M.Pd Narasumber Workshop (Foto; Basirun)
www.sdmusix.id -

Metode pembelajaran diferensiasi adalah metode mengajar yang aka dikembangkan pada kurikulum prototipe mulai tahun 2022-2023. Kita maklumi bersama bahwa pandemi telah merubah tatanan di segala sektor, baik bidang ekonomi, sosial, budaya, politik dan bahkan pendidikan. Pada tahapan pemulihan pendidikan di Indonesia pemerintah dipatiskan akan menerapkan kurikulum prototipe, walaupun masih pada sekolah penggerak yang ditunjuk oleh pemerintah yang pada akhirya akan diperlakukan pada seluruh satuan sekolah. “Kurikulum prototipe memiloiki beberapa karakteristik utama unruk mendukung pemulihan pemberlajaran”, jelas Dr. Dwi Ilham Rahardjo, M.Pd pada workshop kamis 29/12/2021 di SD Muhammadiyah 6 Gadung Surabaya (SD Musix). Selanjutnya menantu Anggota Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Mojokerto ini menjelaskan bahwa krakteristik kurikulum prototipe ada tiga yaitu :

  1. Membangun soft skill dan karakter (imam, taqwa, dan akhlaq mulia, gotong royong, kebinekaan global, kemandirian, nalar kritis dan kreativitas)
  2. Fokus pada materi esensial sehingga ada cukup waktu untuk pembelajaran yang medalam bagi kompetensi dasar seperti literasi dan numerasi
  3. Flexibilitas bagi guru untuk mengembangkan pembelajaran sesuai dengan kemampuan murid ( teach ot the right level) dan melakukan ksesuian dengan konteks dan mulatan lokal
    “Bagaimana memulai pembelajaran diferensi?”, lanjut suami dari perawat yang bertuga di RS. Muhammadiyah Mojokerto ini. Sebelum melakukan pembelajaran ini mula-mula guru pemgajar/guru kelas menetukan Capaian Pembelajar (CP) setip fase, setiap terdiri dari 3 fase, yairu Fase A terdiri dari kelas 1 dan 2, fase B terdiri dari kelas 3 dan 4 dan fase C terdiri dari kelas 5 dan 6. Selanjutnya CP (Capaian Pembelajaran)diuraikan menjadi Tujuan Pembelajaran (TP). Tahap berikutnya menetukan Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) setiap kelas. Setelah tahapan-tahapan ini telah dibahan matang oleh guru kelas pararel, maka bisa dikatakan pemelajaran diferensiasi akan bisa dimjulai.
    Pada akhir workshop Ilham (panggilan akrabnya) menyampikan _closing statement “ untuk mengadapi kurikulum Prototipe guru harus segera beradaptasi”

Penulis : Basirun Peserta Workshop SD Muhammadiyah 6 Surabaya

Editor: Farid

Tinggalkan Balasan