M Haniffaiz G merupakan sosok siswa SD Muhammadiyah 6 Surabaya yang sederhana. Sekilas, siswa Kelas 6C secara akademik prestasi seperti teman sekelasnya. Namun, dibalik kesederhaannya, Hanif (sapaan akrabnya di kelas) sudah memiliki jiwa enterprenur.
Softskill Hanif tidak lepas dari motivasi M. Ridho Sumitro. Dari figur Ayahnya, Hanif mendapat pembekalan berhitung dagang. Kekurangan Hanif dalam berhitung, secara pelan tapi pasti ‘ditempa’ Ayahanda tercinta.
Pembekalan pertama Sang Ayah dalam memotivasi hitung dagang diberikan saat Hanif masih duduk di kelas 4. Proses selama dua tahun, tidak disangka telah membuat Hanif sekarang sudah bisa berorientasi bisnis dengan memprediksi keinginan pasar.
Meski, rutinitas belajar di kelas yang padat, Hanif masih menyempatkan ber-enterprenur. Kini, Hanif berjualan es dan berdagang nasi Couple. Dengan berjiwa enteprenur, Hanif juga memiliki rasa berbagi kepada orang yang kurang mampu.
Dagang nasi couple yang dijual Hanif berasas shodaqoh. Jika ada nasi yang tidak terjual, Hanif langsung men shodaqohkan kepada fakir miskin, petugas kebersihan, atau tukang becak sampai daganganya habis.
Kenyataan yang dilakukan Hanif tentu membuat SD yang berlokasi di Jalan Gadung III No 7, Wonokromo, Surabaya, Jawa Timur bangga. Sebagai Sekolah jenjang dasar berbranding Generasi Qurani and Internasional Insight, Hanif adalah siswa jaman now yang patut di contoh.
Kerja keras usai kegiatan belajar mengajar menggambarkan betapa gigihnya siswa dalam menjalankan kemandirian hidup. Didikan Orang Tua yang ingin Hanif tidak bergantung pada orang lain telah memberikan rasa kepercayaan diri hidup mandiri (Tim Humas/Lagasa)