SD Muhammadiyah 6 (SD Musix) Gadung, Surabaya, mengkuti acara Sosialisasi Akreditasi 2020 di ruang Kelas IVB SD Musix, Sabtu (8/1/2022).
Selain diikutii 12 orang dari SD Musix, acara ini juga diikuti 15 peserta dari SD Negeri Jagir I/393 Surabaya. Kedua sekolah ini mendapat jadwal akreditasi bersamaan di bulan Juli 2022. Hadir sebagai pembicara adalah Dra Budiarti MPd.
Budiarti menjelaskan karakteristik Instrumen Akreditasi Satuan Pendidikan (IASP) 2020. Yaitu, pertama lentur, sehingga sesuai dengan karekteristik sekolah/madrasah yang heterogen.
Kedua, instrumen hanya memuat determinant factor (penentu faktor) terhadap mutu sekolah. “Ketiga, butir intstrumen dirumuskan secara generik sehingga compatible (mampu bergerak dan bekerja dengan serasi) dengan sekolah yang heterogen,” terang dia.
Budiarti mengatakan, instrumen akreditasi sebelumnya memiliki delapan standar dan setiap standar terbagi menjadi beberapa poin sehingga jika diakumulasikan bisa lebih dari 500 poin.
Tetapi instrumen IASP 2020 ini hanya memiliki empat komponen, Yaitu Mutu Lulusan, Proses Pembelajaran, Mutu Guru, dan Manajemen Sekolah/Madrasah.
“Dari empat komponen tersebut dijabarkan menjadi 35 komponen saja,” lanjut Pengawas Sekolah Surabaya Selatan 1 itu.

Antusiasme Peserta
Para peserta tampak antusias menyimak penjelasan Bunda Budi, panggilan akrabnya. Dia menerangkan salah satu komponen: siswa menunjukkan keterampilan kreativitas dsn inovasi sesuai karakteristik keterampilan abad ke-21, lalu meminta kepada peserta untuk memberikan contoh.
“Sekolah kami mempunyai inovasi membuat kuburan tikus ramah lingkungan kemudian kami mengundang ketua RT di lingkungan sekolah kami untuk mensosialisaikan inovasi temuan kami kepada masyarakat,” jelas Moch. Ali Fuad SPd, Kepala Sekolah SDN Jagir 1 Surabaya
Dia menerangkan, di Surabaya khususnya di lingkungan sekolahnya, sering ditemui bangakai tikus di mana-mana. “Kita juga bingung membuangnya. Nah dari sinilah kita menemukan ide membuat kuburan tikus ramah lingkungan di halaman sekolah kami,” lanjut anggota Majelis Diksasmen Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Mulyorejo Surabaya tersebut.
Sementara itu Kepala SD Musix Munahar SHI, menjelaskan sudah banyak dokumentasi karya siswa dalam bentuk video. “Bahkan sudah kami unggah di YouTube,” ujarnya.
Dia menjelaskan, setiap hari Selasa SD Musix memberi kesempatan para siswa mengeksplor bakatnya dalam acara Mahakarya My Masterpiece (MMM).
Mendengara pemaparan Munahar, Budiarti mnegatakan, “Nah produk-produk inovasi seperti ini didomumentasikan sebagai bahan bukti fisik akreditasi.”
Cara Membuat Kuburan Tikus
Usai acara sosialisasi, Kepada PWMU.CO, Moch. Ali Fuad menjelaskan bagaimana cara membuata kuburan tikus:
- Siapkan lima batang pipa paralon beserta tutupnya berukuran 2 dim dengan panjang 50 cm.
- Siapkan tanah yang banyak mengandung zat hara.
- Tanam masing-masing pipa paralon itu sedalam 50 cm.
- Masukkan tanah yang mengandung kandungan zat hara ke dalam pipa-pipa tersebut.
- Jika ada bangkai tikus, tarik pipa paralon sekitar 10 cm agar tanah tadi menyebar di dasar pangkal paralon menyatu dengan tanah dasar.
- Masukkan bangkai tikus.
- Tuang tanah tinggi zat hara lagi.
- Tutup rapat sehingga tidak berbau.
Ali Fuad menjelaskan, setiap paralon hanya berkapasitas lima bangkai tikus. “Jika banyak bangkia yabuat lagi paragon yang baniak,” ujarnya. (*)
Editor Mohammad Nurfatoni
Kontributor : Basirun
Bisa dibacahttps://pwmu.co/222998/01/09/inovasi-kuburan-tikus-dalam-sosialisasi-iasp-2020/