Kubus yang memancarkan aneka warna itu menarik perhatian beberapa guru dan siswa SD Muhammadiyah 6 Gadung Surabaya (SD Musix), yang hadir di ruang Akuarium Quran SD Musix, 15 Desember 2021 lalu.
Kanza Peserta MME, siswa kelas I SD Musix, yang menampilkannya dalam ajang My Masterpiece Exhibition (MME).
Nama saya Sayyida Kanza Nur Nafisah. Biasa dipanggil Kanza. Aku akan membuat spektrum cahaya Pelanggi,” ujarnya membuka presentasi.
Di atas meja terlihat sebuah bejana yang telah berisi air. Kanza lalu memasukkan cairan sabun pencuci piring ke dalamnya. Setelah itu dia mengambil kerangka kubus yang telah disiapkan dari rumah.
Kubus kosong itu dibentuk dari 12 batang cotton bud. Pembersih-pembersih telinga itu ujung-ujungnya dilem tembak satu sama lainnya membantuk kerangka kubus. Dengan itu Kanza ingin membuktikan adanya spektrum cahaya.
Maka, segera dia celupkan kebus itu ke dalam cairan sabun. Dia angkat ke atas. Dia tunjukkan pada hadirin yang mengikuti presentasinya.
Cairan sabun yang menempel di kubus itu membentuk trapesium yang memancarkan warna-warni cahaya seperti pelangi: merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, dan ungu yang biasa diakronimkan mejikuhibiniu (merah,jingga,kuning,hijau,biru,unggu).
Hadirin pun bertepuk tangan, memberi apresiasi atas keberhasilan Kanza membuktikan spektrum cahaya dengan perangkat sederhana.
“Akan tampak lebih jelas bila kita amati di bawah terangnya sinar matahari atau cahaya lampu,” ujar Kanza pada yang mewancarainya, Selasa (4/1/2022).
Kanza menceritakan, dia mendapat ilmu itu dari ibunya: Huda Noviyanti SSi MM, seorang guru SD swasta di Surabaya.
saat di hubungi http://sdmusix.com, Selasa (4/1/2022) Noviyanti membenarkannya. Menurutnya, selama pandemi Covid-19 ini Kanza memiliki banyak waktu luang. Oleh karena itu sang ibunda ingin menggali bakat dan kemampuan anaknya dengan berbagai pencarian: tentang sesuatu yang belum pernah dicoba Kanza.
Noviyanti menerangkan, spektrum cahaya adalah kumpulan sinyal berupa cahaya dengan panjang gelombang atau warna yang dapat dikenali oleh mata.
“Seperti peristiwa terjadinya pelangi, di mana cahaya putih dibiaskan oleh hujan lalu diuraikan (disversi) menjadi tujuh warna berbeda,” terangnya.
Untuk mengukur spektrum cahaya biasanya menggunakan alat spektrometer. “Tapi dengan alat sederhana ini kita bisa membuktikan adanya spektrum cahaya,” ujarnya.
MME adalah kegiatan puncak tema pembelajaran. Bentuknya pameran aneka karya siswa. Acara yang digelar mulai Rabu (8/12/2021) hingga Kamis (16/12/2021) itu diikuti oleh siswa kelas I-VI. Dan kana adalah salah satu pesertanya.
Kontributor: Chatarina Lestari (Guru Kelas 1)
Editor: Farid