Usai shalat Subuh, Jumat (7/1/2021), Breena bergegas mengambil kaleng berwarna dominan orange-kuning yang dia simpan rapi di kamarnya, bersanding dengan beberapa piala. Selembar uang kertas Rp 2.000 dia masukkan ke dalam kaleng yang bertuliskan Sedekah Lazismu.
Sejak 19 Desember 2021, siswa kelas VA SD Muhammadiyah 6 (SD Musix) Gandung Surabaya bernama lengkap Breena Ganes Almira ini tiap hari menyisihkan sebagian uang sakunya untuk disedekahkan. Kadang ia sisihkan Rp 2.000, kadang Rp 5.000.
Breena mengaku senang dengan program ini. Karena itu dia berharap rutinitas itu istikamah dia lakukan hingga dewasa. Secara pribadi dia beri nama kegiatan ini sebagai Sedekah Subuh.
Mengapa dia melakukan itu tiap Subuh? “Supaya tidak lupa dan sekaligus mengambil pahala dari makna sedekah Subuh,” ujarnya.Baca Juga: Kisah Pilu Rajianto Sebatang Kara Tinggal di Tengah Kebun
LazismuKid’s SD Musix
Breena adalah satu dari 414 siswa SD Musix yang mengikuti program LazismuKid’s.
Menurut Kepala Urusan (Kaur) Islam, Kemuhammadiyahan, dan Bahasa Arab (Ismuba) Hidayatun Ni’mah SAg, sejak pengambilan raport 18 Desember 2021, semua siswa SD Musix telah menerima kaleng LazismuKid’s.
“Program ini dimulai semester II di mana setiap siswa memasukkan uang berapa pun di rumah masing-masing dan akan dikumpulkan setiap akhir bulan kepada wali kelasnya,” terangnya, Jumat (7/1/2022)
Dia menjelaskan Lazismu singkatan Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Muhammadiyah, sebuah lembaga filantropis Muhammadiyah. SD Musix mengadopsi nama Lazismu dengan ditambah kid’s menjadi LazismuKid’s.
“Jadi bisa dimaknai bahwa LazismuKid’s adalah lembaga amal yang dirancang oleh SD Muhammadiyah 6 Surabaya,” ujarnya. Dia menambahkan, program ini tidak hanya untuk siswa, tetapi juga diberlakukan kepada para guru dan karyawan SD Musix.

Tumbuhkan Empati, Latih Kepemimpinan
Hidayatun Ni’mah menerangkan, LazismuKid’s bertujuan untuk menumbuhkan empati terhadap sesama dan melatih kepemimpinan anak.
“Semua kepengurusan atau pengaturan dana LazismuKid’s diserahkan kepada siswa yang ditunjuk. Sementara ustadz dan ustadzah hanya memantau dan mengarahkan mereka untuk menjadi calon-calon pengurus LazismuKid’s,” ujarnya.
Dia menambahkan, selain untuk fakir miskin, dana LazismuKid’s nanti akan diberikan kepada penerima beasiswa ‘Ayo Sekolah’, ‘Ayo Mengaji’ (gerakan belajar baca al-Qur’an Braille untuk penyandang tunanetra), anak jalanan, dan sebagainya.
Editor Mohammad Nurfatoni
Kontributor Hafsoh
Bisa dibacahttps://pwmu.co/222916/01/08/lazismukids-sd-musix-latih-empati-dan-kepemimpinan-siswa/