Sebanyak 24 anak didik kelas 2 membawa bekal makanan dan minuman dari rumah, pada Kamis (11//12/2019). Mereka diajak Ustad Nurun Naharo selaku wali kelas tentang cara makan.
Beragam makanan tersaji rapi diatas meja kelas yang sudah tersusun rapi. Kemudian, para siswa berdiri mengelilingi meja. Dengan posisi bari berjejer, para anak didik SD Muhammadiyah 6 Surabaya mendapatkan arahan dari Walasnya.
“Sebelum makan, yang harus dilakukan itu membaca doa terutama doa mau makan. Lalu, anak-anak harus makan nasi dan lauk pauk. Berikutnya, boleh makan snack, buah dan minum yang sudah tersaji. Ingat, ketika mengambil piring, nasi dan lauk pauk tidak boleh berebut. Wajib antri dan tertib. Mengerti ya, anak-anak,” kata Ustad asal Bojonegoro.
Namun, satu keunikan terlihat, makanan dan minuman tidak dikotaki ataupun di bungkus. Tapi, makanan dan minuman ini di sajikan secara sederhana. “Fungsinya, agar anak-anak saling berbagi dan membiasakan diri untuk berbudaya antri,” jelas Guru Kelas yang akrab disapa Ustad Nur.
Dalam jaman kini, anak-anak ketika di rumah masih terlihat manja. Hal ini karena usia anak-anak kelas 2 masih suka diambilkan makanan dan minuman sama Orang Tua.
Dengan mengubah kebiasaaan, cara makanan dengan menggunakan role model prasmanan menanamkan sejak usia dini tentang kemandirian disisi cara makan. (Tim Humas/Lagasa)