Mengejutkan, Kepedulian Siswa Kelas Satu SD Musix

Mengejutkan, Kepedulian Siswa Kelas Satu SD Musix
Gilang Langit Airlangga saat menghapus papan tulis. Mengejutkan, Kepedulian Siswa Kelas Satu SD Musix Ini (Foto Chatarina Lestari)
www.sdmusix.id -

sdmusix.comNama lengkapnya Gilang Langit Airlangga. Panggilannya sehari-hari: Gilang. Nama siswa berusia 6 tahun ini sungguh keren. Sebab setelah saya teliti ternyata arti nama itu wow … punya arti mendalam.

Gilang bisa diartikan cahaya terang. Langit adalah sebuah tempat di mana bintang, bulan, matahari, dan planet-planet berada di sana. Dan Airlangga merupakan nama seorang raja besar di Kahuripan yang sangat terkenal. Jadi, Airlangga bisa juga diartikan sebagai raja besar

Nama yang luar biasa itu ternyata pas dengan karakter yang dimiliki Gilang—siswa kelas I B SD Muhammadiyah 6 (SD Musix) Gadung, Surabaya. Selain ganteng dan pintar, dia mandiri dan peka terhadap sekitar.

Hapus Papan Tulis

Kisahnya, pada Selasa 4 Januari 2021 lalu, ketika jam sekolah berakhir. Semua siswa langsung meninggalkan kelas dan pulang ke rumah masing-masing. Tapi saat itu Gilang belum beranjak dari kelas. 

Dia memandang papan tulis yang masih penuh tulisan. Saya tak begitu memperhatikan karena masih sibuk mengoreksi tugas siswa. Saya tak terpikir kalau anak ini tiba-tiba bertanya.

“Bu …, tulisan di papan ini apa masih dipakai?”

“Tidak sayang, mengapa?” jawab saya.

“Aku hapus ya. Ibu nanti biar nggak capek.”

Masyaallah. Sontak saya berhenti mengoreksi. Saya letakkan pulpen di atas meja. Saya kagum dan terharu mendengarnya.

“Terima kasih sayang, Kamu baik sekali. Kamu benar-benar anak shaleh,” saya memujinya.

Gilang Langit Airlangga saat di kelas Jumat (Chatarina Lestari/)

Mengapa Bisa Peduli

Tak lama kemudian datang seorang ibu muda. “Gilang … ayo pulang! Mama dari tadi nunggu di bawah kok gak turun-turun sayang.” Perempuan muda bernama Anis Yuliarti (35) ini ternyata mama Gilang. Dia terpaksa naik ke lantai dua di tempat kelas Gilang berada.

Bertambah kagum saya melihat wanita muda yang tampak cantik meski wajahnya tertutup masker. 

Saya sapa dia, “Silakan masuk Bunda!”

Mulailah saya bertanya tentang bagaimana bisa, Gilang, anak tunggalnya ini, bisa menjadi siswa yang sangat luar biasa. Sangat mandiri dan peduli.

“Sejak kecil Gilang adalah anak yang aktif dan selalu ingin tahu,” tuturnya. 

Dia menceritakan, melihat karakter itu dia dan suaminya—R. Erwan Sapto SP (38)—selalu berhati-hati dalam menyikapi setiap yang dilakukan Gilang. “Karena Gilang sangatlah cerdas dan akan mencontoh apa yang dia lihat,” ujarnya. 

Di samping itu, dia melanjutkan, Gilang juga sangat mematuhi nasihat guru-gurunya. Apa yang dikatakan guru di sekolah selalu dia turut dan dilaksanakan.

Gilang Langit Airlangga saat menjadi imam pembiasaan shalat Dhuha (Chatarina Lestari)

Jadi Imam Shalat

Selain peristiwa menghapus papan tulis tersebut, di pagi hari itu Gilang juga menunjukkan karakternya. Saat itu, sebelum kegiatan belajar mengajar (KBM) dimulai—sebagai tradisi di SD Musix, para siswa melakukan pembiasaan shalat Dhuha.

Saya bilang kalau ada laki-laki dan perempuan shalat berjamaah, hanya laki-laki yang bisa jadi imam. Terus saya tawarkan siapa yang mau jadi imam. Ketika itu cuma Gilang yang angkat tangan.

Keberanian Gilang menjadi imam itu kemudian memotivasi siswa laki-laki lainnya untuk berani menjadi imam secara bergiliran.

Gilamng, meski masih kelas satu SD tapi telah menginspirasi. 

Semoga kau tumbuh menjadi pribadi yang jujur dan amanah.

Editor Mohammad Nurfatoni

Kontribusi : Chatarina Lestari

Bisa dibacahttps://pwmu.co/222868/01/07/mengejutkan-kepedulian-siswa-kelas-satu-sd-musix-ini/3/

Tinggalkan Balasan