Siswa Rangkai ‘Ketupat Kebangsaan’

Siswa Rangkai ‘Ketupat Kebangsaan’
IMG 20190617 WA0012[1]
www.sdmusix.id -

Di hari pertama masuk sekolah, usai Hari Raya Idul Fitri 1440 H, SD Muhammadiyah 6 Gadung, pada Senin (17/6), ratusan siswa siswi ‘membanjiri’  lapangan. Mereka merangkai ketupat pada awal masuk sekolah. Kegiatan yang di maknai Ketupat Kebangsaan ini berharap kita bs belajar dr filosofi ketupat. 2 helai janur ini jk rangkai dan bersatu sungguh terlihat indah.

Masyarakat Jawa sangat memegang tradisi, terutama dalam 1 Syawal selalu membuat ketupat. Bagi masyarakat Jawa ketupat memiliki filosofi yang cukup mendalam. Sunan Kalijaga yang kali pertama memperkenalkan masyarakat Jawa dengan istilah ketupat.

Ketupat berasal dari kata “ketupat” atau “kupat” dalam Bahasa Jawanya “Ngaku Lepat” berarti “Mengakui Kesalahan”. Dalam masyarakat jawa terdapat tradisi yang biasanya disebut sungkeman.

Sumkeman merupakan salah satu kegiatan dari ajaran hormat kepada kedua orangtua, dengan bersikap rendah hati, meminta permohonan maaf dan keikhlasan.

Ketupat jg bs berarti “Laku Papat” artinya empat tindakan. 4 tindakan itu juga memiliki filosofi lainnya yaitu mencerminkan beragam kesalahan manusia.Hal itu bisa terlihat dari rumitnya rangkaian atau anyaman ketupat.

Kemudian kesucian hati. Pada saat ketupat dibuka, akan terlihat nasi putih. Hal itu mencerminkan kebersihan dan kesucian hati setelah memohon ampunan dari kesalahan.


Lalu, mencerminkan kesempurnaan. Melihat bentuk ketupat yg begitu sempurna dan hal itu dihubungkan dg kemenangan umat Islam setelah sebulan lamanya berpuasa Ramadhan dan akhirnya merayakan hari kemenangan.


Dan yang terakhir, Simbol permohonan maaf. Biasanya di Desa, ketupat dihidangkan dg lauk yg bersantan, yg dlm pantun Jawa kadang disebutkan “Kupa Santen“ yg artinya ’Kulo lepat nyuwun ngapunten. (Humas/Lagasa)

Tinggalkan Balasan