SD Musix Gelar Darul Arqam Quranic, laporan Basirun, kontributor PWMU.CO Surabaya.
SD Muhammadiyah 6 Gadung (SD Musix) Surabaya menggelar Darul Arqam Quranic (DAQ), Selasa, (5/4/2022). Kegiatan semacam pondok Ramadhan ini dilaksanakan secara luring setelah dua tahun diadakan secara daring akibat pandemi Covid-19.
Panitia pelaksana membagi peserta menjadi dua kelompok besar yaitu kelompok kelas kecil (kelas I, II, dan III) dan kelompok kelas besar (kelas IV, V, dan VII).
DAQ kelompok kelas kecil dilaksanakan pada hari Selasa-Rabu, 4-5 Romadhan 1443. sSedangkan kelompok kelas besar dilaksanakan pada Kamis-Jumat, 6-7 Ramadhan 1443.
Kegiatan Terpusat di Masjid
Pagi itu mereka datang denga kostum khusus tanpa mmakai seragam. Yang laki-laki memkai kemeja koko sedangkan yang perempuan dengan jilbab bebas.
Mereka datang di sekolah langsung menuju masjid, sebab kegiatan ini dipusatkan di masjid. Sejak pagi panitia sudah mulai sibuk untuk mengatur dan mengelompokkan para peserta DAQ.
“Cukup memakan waktu untuk mengatur mereka, maklum baru pertama ini ada kegiatan bersama,” tutur Kepala Urusan kesiswaan Anisa Herwati SPd di sela persiapan pembukaan acara.
Kepala SD Musix Munahan SHI dalam sambutan pembukaan mengatakan, materi yang akan diberikan adalah manasik haji.
“Pada kesempatan kali ini, bersama ustadz-ustadzah anak-anak akan belajar manasik haji, supaya besok kalau sudah gede bisa naik haji bersama kemuarga,” katanya.
“Besok panitia akan menghadirkan Ka’bah di halaman sekolah kita!”, tambah Munahar.

Materi DAQ
Ada perbedaan materi yang disampikan antara kelompok kelas kecil dan kelompok kelas besar. “Materi kelompok kelas kecil meliputi bimbingan shalat sesui tuntunan Rasulullah, manasik haji, dan beberapa game pemberi semangat,” jelas Fathurrahmi Fitriani SPd (Fitri), sang ketua panitia.
Selanjutnya Fitri menjelaskan materi kelompok kelas besar antara lain merawat jenazah dan thaharah.
“Materi thaharah untuk kelompok kelas besar dititikberatkan pada kaifiah mandi jinabat, karena sudah tidak sedikit anak-anak kita yang sudah baligh,” kata Hidayatun Ni’mah SAg (Hidayah) Kaur Ismuba SD Musix.
Selanjutnya Hidayah menjelaskan para siswa juga dibeki materi merawat jenazah. “Kelak jika ada keluarga atau orang tuanya yang meninggal dunia diharapkan bisa merawatnya sendiri,” imbuh Hidayah.
Materi yang sangat mengasankan bagi panitia adalah praktik sholat. Bagaimana tidak hampir 250 siswa dikumpulkan dalam satu tempat. Meskipun mereka sudah dikelompokkan dan masing-masing-kelompok sudah ada pendampingnya, tetapi suara dari satu kelompok dengan kompok yang lain saling bersahutan, sehingga setiap kelompok berusaha untuk menjadi kelompok terbaik.
“Anak-anak, untuk menghemat energi, silakan masing-masing kelompok menjaga suaranya,” kata Imam Masyhuri ST, narasumber sambil menunjuk lehernya yang sudah mulai serak suaranya.
“Baiklah anak-anak, kegiatan hari ini kita sampai di sini dulu. Besok kita ketemu lagi dengan materi manasik haji, pingin berangkat haji semua?” seru Anisah mengakhiri acara.
“Mau ustadzah!”, jawab serempak anak-anak sambil menata diri untuk berdoa kafaratul majelis. (*)
Editor Mohammad Nurfatoni
Bisa Dibaca:https://pwmu.co/235776/04/06/sd-musix-gelar-darul-arqam-quranic/2/