Perubahan musim hujan ke musim kemarau layak diwaspadai. Cuaca yang panas dan dapat memicu kebakaran, patut melakukan respon cepat menanggulangi kebakaran. Berawal dari peristiwa kebakaran di Surabaya selama dua hari secara beruntun, memantik SD Muhammadiyah 6 Gadung Surabaya menyiapkan solusi cepat tanggap.
SD yang dipimpin Munahar Hasna mengajak para siswa, guru dan wali murid berkunjung ke PT Pertamina, pada Minggu (15/10/2017). Kehadiran di Pertamina, Jagir Wonokromo, untuk mendapat wawasan cara mudah memadamkan kebakaran.
Sebanyak 200 siswa kelas 1 sampai 3 didanpingi delapan petugas PMK. Mereka mendapat pembekalan penyebab sampai solusi memadam si jago merah.
Humas SD Muhammadiyah 6 Gadung Surabaya, M. Nurun Naharo mengatakan upaya preventif terjadinya kebakaran yang harus dilakukan saat terjadi kebakaran wajib menggunakan cara yang tepat.
“Langkah pertama memadamkan api yang berkobar dengan alat seadanya seperti karung yang sudah dibasahi air. Lalu karung tersebut ditaruh diatas kebakaran dengan memperhatikan arah angin,” urai pria yang akrab dipanggil Ustad Nur.
Selain pembekalan, petugas PMK mengajak simulasi. Di kegiatan simulasi tersebut, Kepala SDM 6 Gadung Surabaya merasakan cara menangani bahaya kobaran si jago merah.
Kemudian, para anak didik SD berbranding Generasi Qurani (Gen Q) mempraktikan cara
mengoperasikan mobil pemadam kebakaran.
Dalam simulasi, petugas PMK menyediakan sarana diantaranyaMobil pemadam, mesin hydrolik (busa), dan selang panjag berukuran besar. Para siswa SD yang berlokasi di Gadung ini sangat antusias. Selain siraman busa ke lapangan PT Pertamina, para anak didik juga menikmati semburan air yang keluar.
Meraka tidak peduli pakaian olahraga yang dikenakan basah kuyup. Hal ini menandakan air adalah dunia anak-anak. (Tim Humas/Lagasa)