
Dalam era terkini, tidak banyak Sekolah yang mempunyai ‘paison’ terhadap kebudayaan Pulau Jawa. Namun, ditengah ‘kegalauan’ tersebut, SD Muhammadiyah 6 Surabaya masih intens melestarikan budaya disisi seni musik.
SD berbranding Generasi Qur’ani meletakan pondasi para anak didik untuk mencintai seni musik melalui bermain alat musik. Salah satunya, Angklung.
Sebagai seni musik khas Pulau Jawa, Angklung bukan sekedar musik bernada ganda. Alat yang berbahan dari bambu, dimainkan dengan cara digoyang para pelajar SD yang dipimpin Ustadz Munahar. Dengan digoyang ke kanan dan ke kiri, bambu ‘bersatu’ membentuk alunan yang indah.
Para siswa-siswi yang bermain musik angklung diwadahi SDM 6 Gadung Surabaya dalam satu ekstra kulikuler. Dari bambu ‘bersatu’ telah menyatukan tim Angklung SDM 6 Surabaya.
Eksistensi tim Angklung kian nyata dalam berkarya di kalangan Lembaga Pendidikan Muhammadiyah. Terbukti tim Angklung mendapat kehormatan untuk ‘unjuk gigi’ dalam Pembukaan Muhammadiyah Education Award (ME Awards) 2018, pada Rabu (8/8/2018) di Dome UMM (Universitas Muhammadiyah Malang).
Penampilan musik tim angklung SD Muhammadiyah yang terletak di Gadung III No 7 Wonokromo, Surabaya penuh percaya diri. “Alhamdulillah. Mereka memainkan alat musik yang terbuat dari bambu itu yang bernadanya terdengar begitu berirama,” tegas Kepala SDM 6 Surabaya.
Tampilan tim Angklung SDM 6 Surabaya memukau dan mendapat atensi dari Sekolah Muhammadiyah se-Jawa Timur.
“Para Siswq SDM 6 Gadung bermain musik angklung bagus sekali. Mereka sangat menghibur penampilan anak-anak ini,” puji Guru SD Muhammadiyah 2 Socah, Bangkalan, Madura, Ali Imron. (Humas/Lagasa)