Aura kemeriahan menyelimuti Aula Mas Mansur, Kantor Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur pada Sabtu (18/4/2026). Tim musik etnik kebanggaan SD Muhammadiyah 6 (SD Musix) Gadung Surabaya, The Sixers Ethnic Symphony (SIX-ES), tampil sukses membuka acara Halalbihalal 1447 H di hadapan ratusan tokoh penting tingkat nasional dan wilayah.
Grup yang baru saja menyabet Juara 2 tingkat Kota Surabaya ini memboyong 37 personel yang terdiri dari 3 vokalis, 5 pemain kolintang, dan 29 pemain angklung. Mereka menyuguhkan medley lagu-lagu ikonik khas Kota Pahlawan seperti Semanggi Suroboyo, Rek Ayo Rek, Lenggang Suroboyo, Surabaya Oh Surabaya, hingga Tanjung Perak.
Tak hanya lagu daerah, SIX-ES juga membawakan lagu religi legendaris Lailatul Qadar karya Taufiq Ismail. Penampilan ini semakin spesial dengan kehadiran Nuzula Sakinah, alumni SD Musix yang kini menempuh studi di SMA Muhammadiyah 2 Surabaya, yang kembali didapuk sebagai vokalis tamu.
Apresiasi Khusus Ketua Umum PP Muhammadiyah

Penampilan apik siswa-siswi sekolah yang berlokasi di Jalan Gadung III Nomor 7 Surabaya ini mendapat apresiasi langsung dari Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Prof. Dr. KH. Haedar Nashir, M.Si. Beliau menekankan bahwa pengembangan potensi seni sejak dini merupakan bagian penting dari penguatan kualitas sumber daya manusia.
“Kita perlu memperkuat SDM sehingga mampu meningkatkan kualitas. Mengembangkan potensi anak, seperti angklung dan kolintang anak-anak SD Muhammadiyah 6 Surabaya tadi, tentu kita sangat bangga,” ujar Prof. Haedar Nashir di sela-sela tausiyahnya.
Pengalaman Berkesan di Depan Tokoh Bangsa
Selain Prof. Haedar Nashir, acara ini turut dihadiri oleh deretan tokoh besar seperti Penasihat Khusus Presiden Urusan Haji RI, Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.AP., serta Ketua PWM Jatim sekaligus Deputi PMK RI, Prof. Dr. dr. H. Sukadiono, M.M.
Salah satu vokalis SIX-ES, Ramsha Shaquilla Nabila A, mengaku sempat merasa tegang saat menyadari besarnya skala acara tersebut. Ia bercerita bahwa penjagaan ketat dari Patwal di depan gedung sempat membuatnya bertanya-tanya mengenai sosok yang hadir.
“Setelah tahu yang hadir adalah guru-guru besar Muhammadiyah, ada rasa grogi. Tampil di depan Bapak Prof. Haedar Nashir, Bapak Prof. Muhadjir Effendy, Bapak Prof. Sukadiono, dan tokoh-tokoh lain menimbulkan rasa segan dan tanggung jawab besar untuk memberikan yang terbaik,” ungkap Ramsha.
Namun, rasa grogi tersebut berubah menjadi kebanggaan setelah mereka berhasil menuntaskan penampilan dengan mulus. Dia menyatakan rasa lega dan kehormatannya bisa tampil di hadapan lebih dari 500 peserta yang terdiri dari jajaran PWM Jatim, organisasi otonom, hingga Pimpinan Daerah Muhammadiyah se-Jawa Timur.
“Mudah-mudahan ada kesempatan untuk tampil kembali di masa depan,” tambahnya dengan penuh harap.
Rasa haru dan bangga juga dirasakan oleh Aufkla Rain Ananta Diev, vokalis lainnya. Putra dari Wakil Rektor UM Surabaya, Dr. Radius Setiyawan, M.A., ini mengaku sangat termotivasi setelah melihat langsung tokoh-tokoh yang sering diceritakan ayahnya.
“Awalnya saya merasa agak gugup, tapi ternyata seru juga karena bisa bertemu langsung dengan orang-orang hebat seperti Ketua Umum PP Muhammadiyah dan para profesor lainnya. Saya sangat bangga bisa tampil di depan para tokoh tersebut,” ungkap Aufkla dengan mata berbinar.
Komitmen Pelestarian Budaya
Kehadiran SIX-ES dalam ajang bergengsi ini membuktikan komitmen SD Musix dalam memberikan ruang luas bagi pelestarian budaya dan pengembangan bakat seni siswa di samping penguatan akademik dan Al-Islam. Keberhasilan mereka memukau lebih dari 500 peserta yang terdiri dari jajaran PWM Jatim, organisasi otonom, hingga PDM se-Jawa Timur ini menjadi motivasi besar bagi sekolah untuk terus mencetak generasi yang unggul dan berkarakter.
Penulis: Hidayatun Ni’mah

